sebuah tulisan serius ...

SEBELUM MEMBACA HENDAKLAH

1. Berdoa sesuai kepercayaan masing-masing
2. Ambil air dan cucilah muka kamu-kamu
3. Biasakan mandi sebelum membaca blog saye
4. Jongkok saat membaca postingan saya
5. Bacalah saat pukul 17.00 saat matahari hampir tenggelam dengan sudut 89 derajat
6. Setelah membaca, mandilah dengan air yang baik
7. Dan tidurlah pada pukul 21.00
8. Bangunlah pada pukul 05.00
9. Pergilah ke sekolahmu, Nak.. Jangan mabal wae...


(pemikiran serius, lucu-lucuan di ke'amanda'in ajah)

mungkin saye sebagai makhluk yang tidak tahu apa-apa akan takdir ALLAH SWT hanya bisa berpikir betapa kerennya rahasia ALLAH itu.. manusia takkan tahu apa yang ada di luar angkasa sana... apakah ada makhluk yang hidup atau apakah ada kehidupan lain di luar angkasa sana? who knows??

beberapa hari ini...
rasanya hidup ana ada yang aneh... tidak seasyik seperti dulu kayak maen tuh sesuka hati, ketawa-ketawa aja kerjaannya, dan tidak se-selengean dulu. biasanya amanda itu orang yg gamau sendirian, tukang ngobrol, gak pernah serius dalam belajar, doyan nongkrong d sekolah mpe soreee banget (bahkan ngalahin orang yang kerja)

tapi sekarang? setelah seminggu penuh saye libur gara-gara kelas 3 UAN dan pemilu, ana merasakan perubahan dalam diri saat bersekolah. rasanya jadi males banyak ngomong, gegejean pun jadi males... di otak ini hanya tertulis dengan bold, underline, italic KEJAR NILAI YANG REMED !!!!!!!!!

yup
mungkin apa karna tekanan yang didapat saye dari ortu gara2 9 mata pelajaran UTS saye remed, saye jd merasa harus bertanggungjawab pada perilaku dan nilai-nilai saye. emang btul kata guru sosiologi saye
"tekanan sosial mampu membentuk pengendalian sosial"
berguna juga loh belajar sosiologi ternyata...

juga saye lebih suka nunduk menjaga pandangan pada ikhwan. ini mah gatau kenapa ya tapi suka ujug-ujug nunduk aja. biasanya saye sih biasa2 aj nglyat wajah ikhwan tuh ya biasa we... tapi apa karena sebuah dalil naqli surat An-Nur ayat 31 yang mengharuskan kita menahan pandangan kita dan Al-Ahzab ayat 59 yang bertuliskan ulurkanlah jilbab istri dan anak-anakmu hingga menutupi seluruh tubuh sehingga mereka lebih mudah dikenali dan tidak mudah diganggu. daripada salah tafsir neh, mending buka Mushaf tercintamu itu ^^

saye sangat suka melihat seorang muslimah yang berjilbab yg lebar (jangan mikir yang aneh-aneh dong). mereka sangatlah berani... saye jga pengen kayak gitu.. tapi sayangnya baca Al-Quran pun masih bolong-bolong, belum bisa tajwidnya dengan benar, tahajud pun bolong-bolong, masih suka teriak-teriak, gegejean, pokonya mah blum bisa seperti muslimah sempurna yang diharapkan ikhwan yang sempurna jga.


juga.. saye suka banget ngelyat kalo akhwat dan ikhwan (aktivis islam atau DKM) yang berjalan berdua-duaan dan mereka dijarinya telah terpasang cincin tanda ikrar sehidup-semati alias menikah. entahlah melihatnya rasanya hati ini malu. malu telah sekian lama melihat bagaimana teman-teman saya berpacaran. saya masih bingung kalo disuruh debat ttg "pacaran? boleh atau gak boleh?"..

(amanda undercover)
karna saya pun gaboleh munafik.. tapi jujur saya merasa MEMALUKAN.. terima kasih kepada ALLAH yang telah membuat saya jera dalam pertama kalinya hal MEMALUKAN.. juga saya berterima kasih kepada teman-teman dan akang-teteh DKM yang udah membuat saya bersandar kembali pada tiang agama walaupun rapuh... tp saya yakin, (sesuai dengan lagu "tombo ati", berkumpullah dengan orang2 soleh.....) saya yakin saya mampu mengokohkan pondasi itu... hiks

cinta yang halal dan sangat indah itu adalah cinta pada ALLAH dan yang kedua, cinta kepada yang halal. maksudnya, setelah kita menikah nanti dialah "sang cinta halal" kita itu... ikrar yang dinamakan ijab qabul (betul gak nulisnya??) itu adalah perkataan tulus sehidup semati yang mengikat cinta selamanya. bukan kayak nembak doang tapi bakal putus. untuk bercerai... keputusan itu sangatlah berat gak gampang kalo di Islam.. dan ISLAM sangat tidak menyukai perceraian. dan saya jga...

apalagi saat menikah itu kita dipertemukan dengan ikhwan yang sudah mantap ilmunya, agamanya, dan akhlaknya.. wah syukur alhamdulillah kepada ALLAH... tapi coba pandangi dirimu sendiri manda? apakah dirimu pantas untuk mendapatkan ikhwan sempurna seperti itu sedangkan dirimu pun belum dapat dipandang sebagai akhwat yang sempurna...

karna saya tergugah di NADA HATI edisi kapan lupa..
"saya telah menemukan akhwat yang mantap ilmunya, agamanya, akhlaknya... ah... sempurna lah pokoknya". "lalu mengapa kau tidak segera meminangnya?". "karena ia menginginkan ikhwan yang sempurna..."


dan itulah yang membuat saya terharu dengan cerita itu... ya betul. bercerminlah dulu amanda...
0 Responses